WW #86 Rendahkanlah…

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيمِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

atasi rasa marah.

Abu Dardaa’ Radliyallaahu ‘anhu berkata:

“Wahai Rasulullah! Tunjukkan padaku amalan yang menjadikan aku masuk syurga. Nabi   menjawab: “Janganlah kamu marah dan bagimu syurga!”

 

(Hadis Riwayat At-Tabrani r.a.)

.

.

Artikel Berkaitan:

10 Punca Sikap Marah  (Klik Di Sini)

.

وَالسَّلاَمْ

.

Posted by; shafiqolbu

sign s

.

Advertisements

3 responses to this post.

  1. Posted by anne on 06/07/2013 at 11:52 am

    Assalamualaikum,

    1). Bagaimanakah cara menegur kesilapan anak ketika kita sedang marah dengan perbuatannya…

    2). Adakah kerap memarahi anak, anak menjadi tidak takut dan bertambah degil?

    Mohon panduan dan nasihat.
    Terima kasih Ustaz.

    Pn. Anne

    Reply

  2. Posted by Luqman Al-Hakim on 24/12/2013 at 2:14 pm

    waalaikummussalam,

    Pn.Anne,

    1).Cuba meluangkan masa bersama anak puan.

    2).Tegur itu bukan bermakna marah. Tegurlah dengan nada yang lembut dan bukan yang nada yang tinggi.

    3).Betul, kalau memarahi anak selalu dia akan menjadi keras kepala/degil ,setiap kali kita marah dia lari kerana dia tidak suka dimarahi.

    Dan jika Pn.Anne rasa marah bacalah doa ini:

    DOA HILANGKAN MARAH

    A’uzubillahi minasy syaitanir rajimi. Allahummagfirli zanbi wazhab gaiza qalbi wa ajirni minasy syaitanir rajimi.

    Maksudnya:

    “Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk. Ya Allah, ampunilah dosaku dan hilangkanlah kepanasan hatiku dan lepaskanlah aku dari gangguan syetan yang terkutuk.”

    ‘Dan orang-orang yang sabar menahan diri dari marah serta orang yang memberi kemaafan terhadap orang lain. Sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang suka membuat kebaikan’. (Surah Ali Imran: 134)

    Sabda Rasulullah s.a.w.:

    ‘Sesiapa yang dapat menahan dari kemarahan dan dia boleh menghilangkannya, di hari kiamat kelak Allah memberi keutamaan dari makhluk-makhluk lain untuk dia memilih mana-mana pintu syurga yang dia mahu’. (Riwayat At-Tarmizi)

    Reply

    • Posted by Luqman Al-Hakim on 24/12/2013 at 2:20 pm

      tambahan,

      marah pun marah juga tapi janganlah selalu:

      bak kata pepatah melentur buluh biarlah dari rebungnya dan ibarat sehelain kain putih,ibu bapa yang mencorakkannya menjadi majusi atau nasrani.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: