Apakah Makna Ikhlas?

 بِسۡـــــــــمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

Ikhlas-Inside.

Ikhlas itu seperti Surah Al-Ikhlas yang tidak ada perkataan Ikhlas di dalamnya. Selagi masih menyebut kata ikhlas, itu bermakna belum ada keikhlasan di dalam dirinya kerana hanya mereka yang ikhlas sahaja sentiasa berbuat tanpa pernah mengucapkan keikhlasanya.

 

Lakukan Tujuh Perkara Disertai Tujuh Perkara

 

“Sesiapa yang melakukan tujuh perkara, namun tidak disertai tujuh hal lain, maka amalnya tidak akan ada maknanya.”

 

7 perkara tersebut adalah:-

 

1)      Orang yang berkata aku takut seksa Allah سبحانه وتعالى tapi dia tidak takut meninggalkan dosa / maksiat.

 

2)      Orang yang berkata aku berharap pahala Allah سبحانه وتعالى tapi tidak melakukan kebaikan amal soleh.

 

3)      Orang yang mempunyai niat namun tidak berusaha mengamalkannya.

 

4)      Orang yang berdoa tapi tidak benar-benar berusaha mendapatkannya.

 

5)      Orang yang beristighfar tapi tidak disertai dengan rasa penyesalan untuk tidak lagi mengulangi dosa tersebut.

 

6)      Orang yang kalau berkata baik dan menyenangkan tetapi hatinya berbicara lain.

 

7)      Orang yang bekerja kuat tapi tanpa ada keikhlasan.

 

Jika ada perkara di atas dilakukan, maka kerjanya menjadi sia-sia dan tiada manfaatnya. Di antara yang dapat menolong seorang hamba untuk ikhlas adalah dengan banyak berdoa kepada Allah.

 

Di antara doa yang sering Nabi kita Muhammad mohon adalah seperti doa berikut: 

doa ikhlas“Ya Allah! Daku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu, sedangkan daku mengetahuinya dan aku juga memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidakku ketahui.”

(Hadis Riwayat Ahmad).

 

Diterima atau tidaknya dan sah atau tidaknya suatu amal tergantung pada niatnya. Niat sebagai syarat diterimanya ibadah, dengan istilah lain: Ikhlas. Jika niat tersebut salah (tidak Ikhlas) maka akan memberi kesan terhadap diterimanya sesuatu amalan itu.

 

Demikian juga setiap orang berhak mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya dalam beramal. Dan yang dimaksud dengan amal di sini adalah semua yang berasal dari seorang hamba baik berupa perkataan, perbuatan maupun keyakinan hati.

 

Agama ialah keikhlasan (kesetiaan). Kami lalu bertanya, “Kesetiaan kepada siapa, ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Kepada Allah, kepada kitabNya (Al Qur’an), kepada rasulNya, kepada penguasa muslimin dan kepada rakyat awam.”(Hadits Shahih Riwayat Muslim)

.

والله أعلم بالصواب

Wallahu A’lam Bish Shawab

 (Hanya Allah Maha Mengetahui apa yang benar)

.

.

Artikel Berkaitan:

Fadhilat Dan Khasiat Surah Al-Ikhlas  (Klik Di Sini)

.

.

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكَمْ وَرَحْمَةُ اللهُ وَبَرَكَاتُه

.

.

~shafiqolbu~

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: